Warta WhatsApps Terkini

Indonesia vs China

Tulisan Erizeli Jely Bandaro

Tadi malam waktu makan malam, teman yang juga pejabat China bilang kepada saya " China bisa menjadi negara besar dan bersatu walau kami punya 56 etnis yang berbeda dan 5 agama yang juga berbeda "
" Anda tahu. Kami punya 300 etnis dan lebih seribu suku."
" Hah...dia terkejut
" Ya. "
" Berapa jumlah tentara non reguler yang memata-matai rakyat ?
" Di China ada berapa ?
" 25 juta"
" Nah Indonesia tahu berapa jumlahnya ?
" Ya berapa ?
" Tidak ada"
" Hah... makin kaget dia
" Jadi bagaimana negara serumit itu bisa diatur dengan cara sederhana?
" Karena Pancasila "
" Oh, kalau begitu kami harus belajar ke Indonesia. "
" Mengapa?
" Ongkos menjaga kesatuan itu mahal sekali. Contoh kota Shenzhen , kami harus mengadakan 3 juta CCTV disetiap sudut kota agar tidak ada gerakan yng tak terlacak sedini mungkin"
" Kalau begitu belajar aja ke Indonesia"
" Wah apalagi Indonesia bisa menempatkan bukan elite partai jadi Presiden, bahkan ia hanya tukang kayu. Di China engga mungkin itu terjadi "

Saya hanya tersenyum
" Apakah korupsi di hukum mati juga di Indonesia ? Tanya nya lagi.
" Engga."
" Ada hukuman malu ?
" Engga. Bahkan bisa selfi depan kamera dengan senyum"
" Wah asyik. Benar benar sorga Indonesia "
" Apakah ada kepala daerah di berhentikan apabila ada rakyat kelaparan ?
" Tidak ada."
" Wah asyik banget"
" Memang seharusnya kami belajar ke Indonesia".

Sumber : Sate Jawa
Foto Ilustrasi : Istimewa
powered by Surfing Waves

Pilihan